Work Smart, NOT work Hard

Setelah sebelumnya, dari awal lulus kuliah September 2012, bulan oktober saya mulai bekerja, di kantor Pertanahan, selama kurang lebih 1 tahun setengah saya bekerja disana, disana memang menyenangkan, pekerjaannya lumayan. lumayan lelah! 😀 tapi selama di nikmati semua itu tidak terasa berat. tapi beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya memutuskan untuk resign, saya mulai gundah gulana karena mulai merasa tidak betah. banyak faktor yang semakin mendukung saya untuk keluar dari pekerjaan itu. akhirnya saya memutuskan keluar dan mencari pekerjaan sesuai passion, as a graphic designer.

tidak lama setelah saya apply-apply ke beberapa perusahaan, akhirnya dapat panggilan di sebuah perusahaan IT di jakarta. 5 hari setelah interview setelah melewati masa tes akhirnya saya di terima disana. 3 bulan masa percobaan disana sampai lanjut 1 tahun. dan resign bulan agustus 2015.

mau saat saya masih kerja di kantor pertanahan atau saat saya bekerja di perusahaan IT, memang waktu yang di gunakan hanya untuk bekerja, bekerja dan bekerja. di fikiran saya hanya uang, uang, dan uang. mengingat semakin kesana pola hidup, kebutuhan semakin bertambah. selalu merasa kurang. dan akhirnya sadar lah bahwa itu di karenakan lupa bersyukur .

sewaktu saya kerja di kantor pertanahan, kalau masalah uang bukan jadi masalah, karena setiap minggunya ada uang mingguan, pas kerja di perusahaan IT, uang hanya di dapat saat gajian ( red : akhir bulan) 😀 . kembali harus membiasakan diri untuk bisa mengurangi rasa ingin jajan. di tambah harus bayar kosan, makan, dan lain lain. positifnya memang saya lebih bisa belajar bagaimana menghargai uang, me-manage  uang, lebih bisa berfikir membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Setelah melakukan semua habits di atas, saat ini keseharian saya hanya sebagai freelancer design, yang jam kerja nya bisa saya tentukan sendiri, lebih enjoy, walau terkadang sering juga merasa bosan. kalau saya sedang mengerjakan kerjaan design paling hanya di kerjakan beberapa jam saja,  Sisa waktunya saya pakai untuk mengurus kebutuhan rumah tangga termasuk mengurus dan membantu suami, browsing, blog walking, belanja ke pasar, hangout dengan teman-teman dekat dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya.

saya ingin kegiatan saya yang sekarang itu bisa lebih produktif, tidak hanya selalu sibuk dengan pekerjaan, tapi harus berfikir smart dan kreatif. kalaupun seandainya saya mau memulai mencari pekerjaan di luar freelance, saya ingin bekerja semaksimal mungkin tapi tidak terlalu work hard,  tetap disiplin tapi tidak se keras saat belum menikah. diusahakan mencari pekerjaan yang waktu nya tidak melebihi waktu jam kerja suami.

sekarang, pekerjaan saya jauh lebih santai, tapi yang saya kerjakan justru hasilnya lebih banyak dan lebih kreatif, dirumah saya bisa menerima beberapa orderan design, tapi saya pun masih bisa maksimal mengerjakan pekerjaan rumah, bisa memasak untuk suami dan melakukan pekerjaan ibu rumah tangga pada umumnya. Ini salah satu bukti saya lebih produktif dibandingkan dengan ‘sibuk’ saja. Kata orang, freelancer tuh waktunya banyak, tapi tidak semua freelancer itu pintar memanfaatkan waktunya lho,

tidak terasa Waktu berlalu semakin berlalu,  hingga saya berjanji pada diri saya untuk jadi orang yang lebih baik dan bekerja lebih pintar dan menggunakan hari-hari saya lebih produktif. saat saya masih bekerja dirumah atau nanti saat saya sudah mendapatkan pekerjaan baru

Advertisements

One thought on “Work Smart, NOT work Hard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s